Kamis , 13 Agustus 2026
BeritaNasional

Seminar Baitul Maqdis: Ketua ICWI, Ustadz Agung Bramantya Tekankan Pendidikan sebagai Pilar Mencetak Generasi Pembela Al-Aqsa

MAKASSAR – Menyiapkan generasi yang mencintai Masjid Al-Aqsa harus dimulai dari pendidikan yang kokoh di rumah dan sekolah. Sebagaimana yang menjadi topik pembahasan utama dalam Seminar Baitul Maqdis bertajuk “Menyiapkan Generasi Pembebas Masjid Al-Aqsa dan Baitul Maqdis dari Rumah dan Sekolah” yang digelar di Pusat Dakwah Muslimah, Sabtu, (11/7/26).

Pada kesempatan tersebut, M. Agung Bramantya, Ph.D., dosen Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Ikatan Cendekiawan Wahdah Islamiyah, menyampaikan materi bertajuk “Pentalogi Edukasi Baitul Maqdis”.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kebangkitan sebuah peradaban selalu diawali dengan pendidikan. Sebagai ilustrasi, Ustaz Agung mengangkat kisah pasca tragedi pemboman di Jepang. Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan untuk membangun kembali bangsa adalah menghimpun para guru sebagai motor kebangkitan melalui pendidikan.

“Peradaban dibangun melalui ilmu. Karena itu, ketika ingin membangun masa depan, yang pertama kali diperkuat adalah pendidikan,” jelasnya.

Ia tak lupa mengajak peserta seminar untuk kembali membuka semangat mengenal Baitul Maqdis. Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Aqsa lahir dari proses mengenal meskipun saat ini berbagai arus informasi berusaha membentuk generasi agar tidak peduli, tidak mencintai, bahkan tidak mengenal Palestina.

Agung menjelaskan bahwa ilmu menjadi fondasi utama peradaban Islam. Ia mengingatkan bahwa wahyu yang diterima para nabi tetap terjaga hingga hari ini karena diwariskan melalui tradisi mendengar, menghafal, menulis, dan membukukannya.

“Ilmu adalah jalan menuju peradaban. Ayat pertama yang diturunkan pun menjadi isyarat agar ilmu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan perjalanan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sahlan yang menjalani masa persiapan selama 40 tahun sebelum diangkat menjadi nabi, kemudian berdakwah selama 23 tahun. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa perjuangan besar memerlukan proses panjang serta kesiapan generasi yang matang.

Dalam membentuk generasi tersebut, Agung menekankan bahwa rumah merupakan lingkungan pendidikan pertama. Menurutnya, karakter anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh keluarga. Karena itu, orang tua perlu hadir pada tiga momen penting kehidupan anak, yakni ketika anak sedang bersedih, saat merasakan kebahagiaan, dan ketika membutuhkan pertolongan.

Selain keluarga, sekolah juga memiliki peran strategis dalam mencetak generasi pejuang. Ia menilai lembaga pendidikan saat ini menjadi pilihan utama masyarakat karena diharapkan mampu membimbing peserta didik tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kepedulian terhadap umat.

Sebagai kerangka pendidikan, Agung memperkenalkan konsep Pentalogi Edukasi Baitul Maqdis yang terdiri atas lima pilar. Pertama, penguatan aqidah sebagai fondasi perjuangan. Kedua, pemahaman sejarah Baitul Maqdis yang menjadi pijakan agar umat tidak kehilangan arah. Ketiga, pemahaman geopolitik serta akar konflik Palestina. Keempat, relevansi perjuangan Palestina dengan sejarah dan peran Indonesia. Kelima, penyusunan peta jalan aksi nyata dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Menurut Ustaz Agung, sejarah Baitul Maqdis memiliki hubungan erat dengan perjalanan para nabi, mulai dari Nabi Ibrahim ‘alaihissalam hingga Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sahlan melalui peristiwa Isra Mi’raj. Peristiwa tersebut, katanya, menjadi simbol estafet perjuangan para nabi sekaligus menunjukkan keterkaitan spiritual antara Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsa.

Pada aspek keindonesiaan, ia menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki dasar historis dan konstitusional. Menurutnya, amanat Pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan menjadi landasan moral bangsa Indonesia untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina.

Pada akhir pemaparannya, Ustaz Agung mengajak seluruh elemen pendidikan untuk mengambil peran nyata dalam perjuangan membela Al-Aqsa. Salah satu langkah yang ia tawarkan adalah mendorong hadirnya kurikulum Baitul Maqdis di lembaga pendidikan sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memahami sejarah, memiliki kepedulian terhadap Palestina, serta siap melanjutkan perjuangan melalui jalur ilmu dan pendidikan

“Perjuangan untuk Al-Aqsa bukan hanya dilakukan di medan konflik, tetapi juga di ruang-ruang kelas, melalui ilmu, pendidikan, dan pembinaan generasi,” pungkasnya.

Laporan: Media KITA Palestina

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

UNICEF: 300 Anak Syahid di Gaza dalam 300 Hari, Serangan Penjajah Israel di Tepi Barat Terus Berlanjut

Sedikitnya 300 anak Palestina dilaporkan tewas di Jalur Gaza dalam kurun 300...

Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

GAZA — Tim Pertahanan Sipil di Jalur Gaza, Sabtu, menyelesaikan operasi pencarian...

Ustadz Zaitun Rasmin: Muktamar V Wahdah Islamiyah Momentum Evaluasi, Konsolidasi dan Menguatkan Kepedulian untuk Gaza

MAKASSAR — Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah menjadi momentum penting bagi jajaran...

Penjajah Israel Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan Udara dan Penghancuran Rumah di Gaza Berlanjut

Pasukan pendudukan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata dan penghentian permusuhan di...