Khutbah Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا، وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ، وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.
أَمَّا بَعْدُ…
Hadirin Jamaah Jumat yang semoga dimuliakan Allah,
Izinkan khatib menyampaikan wasiat Jumat:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْن يَا أَيُّهَا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (Āli ‘Imrān [3]:102)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya. Takwa yang menghadirkan ketaatan, kepedulian, dan kepekaan hati terhadap penderitaan sesama hamba Allah.
Di berbagai media dan laporan kemanusiaan, kita menyaksikan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza sejatinya belum berakhir. Jutaan saudara kita masih berada dalam situasi berat yang terus berlanjut hingga bulan-bulan terakhir ini.
Data dari laporan kemanusiaan internasional menunjukkan bahwa lebih dari 71 ribu jiwa telah meninggal dan hampir 170 ribu lainnya terluka. Mayoritas mereka dari kelompok perempuan dan anak-anak.
Lebih dari 1,8 juta orang kehilangan rumah, hidup dalam tenda-tenda pengungsian, sementara ratusan ribu anak menghadapi ancaman kelaparan dan kurang gizi, karena minimnya bantuan yang berhasil masuk. Infrastruktur hancur besar‑besaran: rumah, jalan, jaringan air, fasilitas kesehatan; semuanya nyaris lumpuh.
Terdapat hampir 20.000 pasien yang seharusnya mendapatkan evakuasi medis, tapi terhalang oleh blokade penjajah Israel. Dan walaupun ada pembicaraan tentang gencatan senjata, nyatanya hampir tidak ada hari yang kosong dari jatuhnya korban dari rakyat Palestina akibat kebiadaban Israel.
Lalu, apakah hati kita tetap peka melihat ini? Apakah kita masih merasakan bahwa mereka adalah saudara kita — satu tubuh dengan kita — sebagaimana sabda Nabi bahwa orang beriman itu bagaikan satu tubuh; bila satu anggota sakit, seluruh tubuh merasakan sakitnya?
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Krisis ini bukan sekadar deretan angka. Ia adalah kisah manusia dalam perjuangan melawan penjajahan.
Bayangkan seorang ayah yang setiap malam tidak punya jawaban untuk anaknya yang bertanya, “Ayah, apakah besok kita masih hidup?”
Bayangkan seorang ibu yang memeluk bayinya dengan selimut tipis di tenda pengungsian sambil berharap hujan tidak turun di musim dingin malam itu.
Atau seorang anak yang kini terlantar tidak belajar karena semua tinggal puing-puing kehancuran.
Kisah-kisah ini mengingatkan kita bahwa penderitaan mereka bukan cerita jauh. Ia mengetuk hati kita sebagai sesama manusia dan sebagai muslim.
Allah mengajarkan kepada kita dalam Al‑Qur’an,
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (Al-Hujurat: 10).
Dan dalam ayat lain, Allah memuji orang-orang yang memberi makanan kepada orang miskin dan membutuhkan “hanya karena mengharap ridha Allah” (Al‑Insan: 8–9).
﴿إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا﴾
Hadis Nabi juga mengingatkan bahwa Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.
Maka pertanyaannya:
Apakah jarak Gaza yang jauh dari kita?
Ataukah justru iman kitalah yang sedang diuji besar, apakah tetap peduli atau mulai lemah?
Kita mungkin tidak bisa mengubah keadaan geopolitik dunia, tetapi kita bisa menjaga kepekaan iman kita. Kita bisa tetap menjadi bagian dari cahaya kebaikan yang Allah cintai.
Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah,
Bagaimana kita merespons sebagai hamba beriman?
Pertama, mari merawat empati dan kepedulian, agar hati tidak menjadi keras di tengah derasnya informasi dunia.
Kedua, tak lelah mendoakan keselamatan dan kekuatan untuk saudara-saudara kita
Ketiga, memperluas kepedulian kemanusiaan, agar tidak mudah jenuh, tidak mudah lupa, dan tetap memahami bahwa krisis Gaza adalah wajah dunia yang sesungguhnya.
Dan sebagai bangsa yang dikenal dermawan, masyarakat dan pemerintah Indonesia alhamdulillah punya keterlibatan besar dalam aksi kemanusiaan untuk Palestina.
Banyak lembaga dari negeri kita yang terus hadir di Gaza, termasuk Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), sebuah LAZIS nasional yang telah bertahun-tahun konsisten mengirimkan dukungan kemanusiaan, tenaga lapangan, bantuan medis, dan program berkelanjutan untuk rakyat Gaza.
DOWNLOAD MATERI KHUTBAH PDF
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Khutbah ini mengajak kita untuk: merawat kepedulian, terus mendoakan, berbagi semampunya, dan tidak berhenti belajar tentang isu kemanusiaan, agar iman kita tidak tumpul oleh dunia yang sok sibuk.
Sesungguhnya, Allah tidak menilai besar kecilnya pemberian kita, tetapi ketulusan hati dan konsistensi amal kita.
Semoga kepedulian kita yang kecil namun istiqamah, menjadi saksi iman kita di sisi Allah kelak.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Marilah kita memohon kepada Allah agar memberikan jalan keluar bagi saudara-saudara kita di Gaza dan di seluruh belahan dunia yang tertindas. Semoga Allah menjaga hati kita agar tetap lembut, tetap peduli, dan tetap menjadi bagian dari umat yang membawa rahmat.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.
Khutbah Kedua:
إنَّ الحَمْدَ للهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ باللهِ مِنْ شُرُورِ أنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وأشْهَدُ أنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Jama’ah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah…
Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2)
Ayat ini adalah pedoman hidup: menolong mereka yang tertindas dan membela mereka yang terzalimi adalah bagian dari kebajikan dan takwa yang diperintahkan oleh Allah.
Membela hak asasi manusia, memperjuangkan kemerdekaan bangsa lain, membebaskan Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsa dari penistaan penjahat genosida Israel bukanlah sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban moral bagi kita yang mengaku sebagai bangsa merdeka.
Oleh karena itu, mari kita rapatkan barisan. Kita doakan saudara-saudara kita di Palestina agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan pertolongan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Kita doakan agar Allah hancurkan segala bentuk kezaliman dan penjajahan.
Mari kita lawan kezaliman dengan melanjutkan boikot produk-produk terafiliasi penjahat genosida Israel. Hentikan segala bentuk kerja sama dan diplomasi.
Ya Allah…
Berilah pertolongan kepada saudara-saudara kami di Palestina. Lindungilah mereka dari segala bentuk kejahatan dan penindasan. Satukan hati umat Islam dan manusia di seluruh dunia untuk membela keadilan dan kemanusiaan.
Ya Allah…
Tolonglah Gaza yang terluka,
tolonglah anak-anak yang tubuhnya lemah karena kelaparan berhari-hari.
Tolonglah ibu-ibu yang memeluk bayi mereka dengan perut kosong.
Tolonglah para orang tua yang mengganti makan malam dengan doa dan harapan.
Ya Allah…
Turunkanlah makanan dari langit seperti Engkau turunkan manna dan salwa kepada Bani Israil.
Berikanlah mereka keteguhan dan kekuatan untuk bertahan di tengah ujian ini.
Lunakkanlah hati kami yang sering lalai,
jadikan setiap doa dalam sujud kami sebagai kekuatan mereka,
dan setiap sedekah kami sebagai penawar lapar mereka.
Ya Allah…
Catatlah kami di antara hamba-Mu yang bersyukur dan peduli,
yang tidak hanya kenyang sendiri,
tetapi juga ikut menangis dan berbagi bersama mereka yang kelaparan.
اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ المُسْلِمِيْنَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعدَاءَ الدِّيْنَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا المُستَضْعَفِيْنَ فِي غَزَّة، اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ
اَللَّهُمَّ أَيِّدْهُمْ بِتَأْيِيْدِكَ، وَاحْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، يَا قَوِيُّ يَا عَزِيزٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، واللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
Jakarta, Kamis (5 Januari 2026)
Penulis: Ustadz Ilham Jaya, Lc., MA
(Deputi Komite Solidaritas Palestina)
Editing & Layout: Team KITA Palestina
Leave a comment