Kamis , 8 Oktober 2026
BeritaInternasional

Laporan PBB Soroti Kekhawatiran Pembersihan Etnis di Tiga Kamp Pengungsi Tepi Barat

Sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diterbitkan pada Jumat menyatakan bahwa Israel telah memaksa seluruh warga Palestina meninggalkan tiga kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki dan hingga kini terus mencegah mereka kembali.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai praktik pemindahan paksa dan kemungkinan terjadinya “pembersihan etnis”.

Laporan Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) menyebutkan, pasukan Israel menggusur penduduk dari Kamp Pengungsi Jenin, Nur Shams, dan Tulkarm selama Operasi Iron Wall pada Januari dan Februari 2025.

Menurut laporan tersebut, dikutip Middle East Monitor, Sabtu (5/9/2026), dalam operasi itu pasukan Israel menewaskan warga sipil, menghancurkan rumah-rumah dan infrastruktur, memutus pasokan air serta listrik, dan membatasi akses bantuan kemanusiaan.

Lebih dari 33 ribu warga Palestina terpaksa meninggalkan ketiga kamp tersebut. Hingga Juli, sebanyak 33.362 orang masih belum dapat kembali ke rumah mereka, berdasarkan data badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA.

Laporan PBB menyatakan bahwa pengungsian dalam skala besar, berlangsung dalam jangka panjang dan dilakukan secara sistematis menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kemungkinan terjadinya kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pemindahan paksa.

Tindakan yang membuat ketiga kamp tersebut tidak layak dihuni, lanjut laporan itu, tampaknya merupakan bentuk hukuman kolektif dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pembersihan etnis.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, mengatakan bahwa cara Operasi Iron Wall dilaksanakan menunjukkan adanya dugaan tujuan untuk mengusir sebanyak mungkin warga Palestina dan membuka jalan bagi perluasan permukiman Israel yang ilegal menurut hukum internasional.

“Cara Operasi Iron Wall dilakukan menunjukkan bahwa tujuannya adalah mengusir sebanyak mungkin warga Palestina dan membuka jalan bagi lebih banyak permukiman Israel yang ilegal, yang semakin memperburuk pelanggaran terhadap hukum internasional,” kata Türk dalam laporan tersebut.

Menurut laporan PBB, pasukan Israel menewaskan 102 warga Palestina selama periode yang diteliti, termasuk 21 anak-anak.

Jumlah tersebut mencakup 46 persen dari seluruh warga Palestina yang tewas akibat tindakan pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki selama periode yang sama.

Kerusakan infrastruktur di ketiga kamp juga sangat besar. Hingga Oktober 2025, sekitar 52 persen bangunan di Kamp Jenin telah hancur atau rusak. Di Kamp Nur Shams, angkanya mencapai 48 persen, sementara di Kamp Tulkarm mencapai 36 persen.

Warga Palestina yang terpaksa meninggalkan rumah mereka juga memberikan kesaksian kepada Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengenai perlakuan pasukan Israel selama operasi berlangsung.

Sejumlah warga mengatakan bahwa para perwira Israel menyampaikan kepada mereka bahwa tidak akan ada lagi kamp pengungsi dan mereka semua harus pergi ke Yordania.

Pada 23 Februari 2025, Menteri Pertahanan Israel memerintahkan tentara Israel untuk tetap berada di ketiga kamp tersebut. Ia juga menyatakan bahwa warga Palestina yang telah mengungsi dari kamp-kamp tersebut tidak akan diizinkan untuk kembali.

Laporan: MUI Digital

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Bukan Cuma Bantuan Makanan, Gaza Butuh Mesin dan Bahan Baku untuk Kembali Bekerja

GAZA — Angka resmi menunjukkan adanya peningkatan cukup berarti dalam volume barang...

Tabligh Akbar Gaza Terkini: Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

MAKASSAR — Di tengah meningkatnya eskalasi politik dan militer di kawasan Timur...

Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

JAKARTA — Ormas Islam Wahdah Islamiyah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perjuangan...

Ancaman Badai Musim Dingin: 1,7 Juta Warga Gaza Terjebak di Tenda Rusak dan Bangunan Rapuh

GAZA – Suhu dingin dan guyuran hujan berat mulai membayangi Jalur Gaza....