GAZA — Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan bahwa peningkatan kejahatan dan serangan yang dilakukan tentara Israel terhadap Jalur Gaza sejak Senin pagi merupakan bagian dari eskalasi sistematis yang dilakukan pemerintah Benjamin Netanyahu.
Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan pada Senin, Hamas mengatakan serangkaian serangan Israel mencakup penghancuran sejumlah rumah warga di wilayah selatan Jalur Gaza, penembakan terhadap para nelayan di laut Kota Gaza, serta serangan terhadap warga sipil di sejumlah wilayah lainnya.
Hamas menyebut serangan tersebut menyebabkan sedikitnya lima warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Menurut Hamas, perkembangan tersebut tidak lagi dapat dipandang sebagai pelanggaran yang terjadi secara terpisah atau insiden yang berdiri sendiri. Hamas menilai situasi itu telah berkembang menjadi kebijakan agresi yang sistematis dan bentuk perang yang terus berlangsung.
Hamas juga menilai serangan tersebut menunjukkan bahwa Israel berupaya melepaskan diri dari kewajiban yang harus dipenuhinya berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.
Karena itu, Hamas kembali menyerukan kepada para mediator dan negara-negara penjamin kesepakatan gencatan senjata agar menjalankan tanggung jawab mereka terhadap apa yang disebutnya sebagai kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina.
Hamas mendesak para mediator dan negara-negara penjamin segera memberikan tekanan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan serangan serta memaksanya menghormati kesepakatan yang telah ditandatangani di bawah pengawasan internasional.
Dalam pernyataannya, Hamas juga menuduh serangan yang dilakukan tentara Israel setiap hari telah memenuhi kategori kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Hamas selanjutnya menyerukan kepada masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil tindakan terhadap Israel, termasuk mengisolasi negara tersebut dan meminta pertanggungjawaban para pemimpinnya.
Hamas juga meminta langkah-langkah segera untuk melindungi warga Palestina yang tidak bersenjata dan, menurut Hamas, masih menghadapi ancaman pemusnahan serta pengusiran.
Pernyataan Hamas tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dan berlanjutnya serangan di Jalur Gaza.
Sumber: Palinfo
Leave a comment