Kamis , 8 Oktober 2026
BeritaInternasional

Gaza di Bawah Reruntuhan: Ketika Puing Jadi Makam Massal dan Bukti Kejahatan yang Coba Dilenyapkan Israel

Puing-puing bangunan yang membentang di seluruh penjuru Jalur Gaza kini tak lagi sekadar memperlihatkan dahsyatnya kehancuran akibat agresi militer Israel.

Lebih dari itu, tumpukan reruntuhan beton tersebut telah berubah menjadi makam terbuka massal dan lokasi tempat kejadian perkara (TKP) yang menyimpan bukti-bukti krusial.

Di sanalah nasib ribuan warga yang hilang dipertaruhkan, sekaligus menjadi jejak materiil kejahatan terhadap warga sipil Palestina.

Di satu sisi, pembersihan puing memang menjadi kebutuhan mendesak demi membuka jalan, memulihkan fasilitas publik, dan menyiapkan pemulihan permukiman warga.

Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran yang kian memuncak bahwa aktivitas pengerukan, penghancuran, dan pengangkutan puing secara besar-besaran ini justru dimanfaatkan oleh pasukan pendudukan Israel sebagai modus untuk melenyapkan jejak kejahatan perang sebelum sempat didokumentasikan.

Peringatan PBB: Puing Gaza Adalah TKP dan Pemakaman Massal

Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese, menegaskan bahwa penanganan reruntuhan di wilayah yang dikuasai militer Israel tidak boleh dijadikan alat untuk memusnahkan bukti kejahatan internasional maupun menghalangi evakuasi jasad para korban.

Laporan bersama PBB, Bank Dunia, dan Uni Eropa mengestimasi volume puing di Gaza telah menembus 68 juta ton, salah satu tumpukan reruntuhan terbesar dari konflik modern. Albanese menyebut lebih dari 10 ribu orang diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan tersebut, sementara hampir 70 persen wilayah Gaza kini berada di bawah kendali dan pembatasan ketat militer Israel.

“Gaza yang hancur ini adalah bagian dari TKP sekaligus pemakaman massal. Tumpukan beton ini menyimpan bukti fisik atas apa yang terjadi selama dua tahun serangan pemboman brutal,” tegas Albanese.

Ia memeringatkan bahwa perusahaan maupun lembaga yang terlibat dalam pembersihan puing tanpa dokumentasi hukum dapat terseret dalam jerat pidana internasional.

Hamas dan Pusat Mungkin Terancam Hilangnya Identitas Korban

Ancaman ini direspons keras oleh gerakan perlawanan Hamas. Melalui pernyataan resminya, Hamas memeringatkan manuver militer Israel yang berupaya meratakan dan memindahkan puing-puing secara sepihak.

Pihaknya menilai tindakan merusak situs-situs tersebut bukan hanya melanggar hukum internasional dan keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) terkait pelestarian bukti, tetapi juga merampas hak keluarga korban untuk menguburkan anggota keluarga mereka secara layak.

Hamas mendesak PBB dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk segera menerjunkan tim investigasi dan ahli forensik internasional guna mengawasi proses evakuasi jenazah dan mengamankan barang bukti.

Di saat yang sama, Palestinian Center for the Missing and Forcibly Disappeared membeberkan bahwa militer Israel mengangkut ratusan ton puing setiap hari di dalam zona militer tertutup. Percampuran sisa-sisa jasad manusia dengan sampah beton dan material berbahaya membuat uji DNA untuk mengidentifikasi ribuan korban hilang di masa depan menjadi sangat sulit, bahkan hampir mustahil.

Dilema Pembangunan Kembali: Jangan Hapus Jejak Sejarah

Gaza kini berdiri di persimpangan yang amat rumit: bagaimana membersihkan kota tanpa menghapus jejak orang-orang yang tertimbun di bawahnya?

Setiap bongkahan batu menyimpan potongan cerita warga yang hilang, dan setiap pengerukan liar tanpa dokumentasi akan menutup rapat pintu keadilan bagi keluarga korban.

Rekonstruksi dan pembangunan kembali Gaza memang kebutuhan mendesak yang tak bisa ditawar, namun evakuasi jenazah secara bermartabat serta pengamanan bukti kejahatan perang harus menjadi prioritas utama.

Penanganan dampak perang jangan sampai berubah menjadi upaya pemutihan atas kejahatan pendudukan Israel.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Bukan Cuma Bantuan Makanan, Gaza Butuh Mesin dan Bahan Baku untuk Kembali Bekerja

GAZA — Angka resmi menunjukkan adanya peningkatan cukup berarti dalam volume barang...

Tabligh Akbar Gaza Terkini: Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

MAKASSAR — Di tengah meningkatnya eskalasi politik dan militer di kawasan Timur...

Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

JAKARTA — Ormas Islam Wahdah Islamiyah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perjuangan...

Ancaman Badai Musim Dingin: 1,7 Juta Warga Gaza Terjebak di Tenda Rusak dan Bangunan Rapuh

GAZA – Suhu dingin dan guyuran hujan berat mulai membayangi Jalur Gaza....